Tentunya anda pernah mendengar nama Napoleon Bonaparte. Ia adalah kaisar pertama Prancis setelah revolusi dan ia juga dijuluki sebagai orang terkuat di Prancis. Obsesinya untuk mengukir sejarah ternyata sudah muncul ketika ia masih jadi tentara bawahan pada masa mudanya. Ia memang memiliki karir gemilang dan dapat menjadi jenderal di usia 20-an. 
Loading image...
Semasa hidupnya, Napoleon  telah memenangkan sejumlah pertempuran dan menguasai banyak negara di Eropa, mulai dari Itali, Spanyol, Belanda dan sebagainya. Sayangnya kisah cemerlangnya harus ternodai dengan berbagai aksi yang menunjukkan bahwa ia telah kalah oleh kemilau kekuasaan, sehingga alih-alih menjadikan Prancis sebagai negara republik seperti cita-cita revolusi terdahulu, ia malah menjadikan dirinya kaisar.

                Namun  bukan hanya karirnya di pemerintahan saja yang menarik untuk disaksikan, tapi juga kehidupan pribadinya. Sepanjang hidupnya, Napoleon menikah dua kali, yang pertama dengan seorang janda yang jauh lebih tua darinya bernama Josephiné de Beauharnais, tapi karena Josephiné tidak bisa memiliki keturunan Napoleon pun menceraikannya di hadapan para bangsawan Prancis ketika itu. Setelah itu ia menikah dengan seorang putri dari kerajaan Austria, Marie Louise. Ia pun memiliki seorang keturunan yang kelak menjadi raja Roma.

                Dibalik intrik politik dan pernikahannya, Napoleon seperti manusia pada umumnya memiliki cinta pertama. Adalah Bernadiné Eugiené Désirée Clary, seorang gadis yang ia cintai pertama kali dan juga merupakan adik ipar dari kakak lelaki Napoleon. Désirée bertunangan dengan Napoleon saat Napoleon masih menjadi jendral miskin. 

Mereka saling mencintai satu sama lain, bahkan ketika Napoleon tertangkap dan tidak punya uang, Désirée lah yang berusaha membantunya dan meminjamkannya uang. Sebenarnya mereka ingin segera mungkin menikah, namun karena Désirée adalah anak bungsu, 

ia diminta menunggu hingga berusia 16 tahun dan barulah ia diperbolehkan menikah. Akan tetapi sebelum ia berusia 16 tahun, lelaki kekasihnya itu harus pergi ke Paris guna meminta haknya sebagai seorang jenderal, dan mereka pun berpisah sementara waktu. Perjuangan Napoleon di Paris tampaknya tak berhasil, ia malah semakin terpuruk terutama kondisi keuangannya. 

Dan itu berdampak bagi hubungannya dengan Désirée yang semakin menjauh.
                Désirée yang masih sangat berharap Napoleon segera menikahinya akhirnya menyusul Napoleon ke Paris akan tetapi yang ia temukan malah kekasihnya itu telah bertunangan dengan seorang janda kaya dan akan segera menikah. Désirée yang patah hati berusaha melupakan tunangannya itu. Sementara itu Napoleon dengan kekuatannya 

perlahan-lahan menaklukan negara-negara Eropa dan menjadi jenderal besar. Kehidupan Désirée pun mengalami banyak perubahan, ia bertemu dengan Jenderal Jean-Baptiste Bernadotte dan akhirnya menikah.

                Dalam banyak kisah diceritakan bahwa walaupun kehidupannya terpisah dengan pasangan dan dunia masing-masing, keduanya tidak pernah bisa benar-benar melupakan satu sama lain. Napoleon yang telah menjadi kaisar Perancis akhirnya terpisahkan dengan cinta pertamanya, 

karena setelah menikah, Désirée dan suaminya diadopsi lalu diangkat menjadi Putera Mahkota Swedia. Kemudian terjadilah hal yang ditakutkan Napoleon kalah perang akibat persekutuan musuh-musuh Perancis seperti Rusia, Austria, dan Swedia yang dipimpin oleh mantan bawahan Napoleon dan suami Désirée, dan Perancis harus jatuh ke tangan musuh.

                Kisah percintaan pertama Kaisar Perancis ini rupanya menarik perhatian banyak pihak, terutama setelah terbitnya buku berjudul Désirée karya Annemarie Selinko yang kemudian diangkat ke layar lebar dengan judul yang sama pada tahun 1955. Dalam kisah tersebut

 dinyatakan bahwa keduanya masih saling memikirkan satu sama lain. Désirée yang kemudian menjadi Ratu Swedia dan Norwegia memang sangat mencintai suaminya akan tetapi ia tidak pernah bisa melupakan cinta pertamanya. Begitu juga Napoleon, dibalik petualangan cintanya dengan

 beberapa wanita dan peperangannya, ia tidak pernah melupakan Désirée, cinta pertamanya. Salah satu dialog Désirée dalam buku tersebut berbunyi; Aku adalah bagian dari masa muda Napoleon, itulah penjelasannya. Dan tidak seorang lelakipun melupakan masa mudanya.